KEPERKASAAN SUPER CARRIER CVN-21
Samudera makin akan dipenuhi oleh armada kapal induk negara adikuasa, utamanya AS. Sejumlah negara sudah dan akan meningkatan kemampuan kapal induknya. Perancis dengan Charles De Gaulle Class (43.000 ton), India dengan Vikramaditya Class, Inggris akan dilengkapi CVF Queen Elizabeth Class yang sejalan dengan PA2 Projek milik Perancis untuk mengoperasionalkan kapal induk antara 65.000 ton (Inggris) dan 74.000 ton (Perancis). Kapal induk yang disebut di atas akan jadi tidak berarti begitu kita menyebut Nimitz Class dan yang akan dikembangkan CVN-21 Gerald R. Ford Class yang berbobot antara 90.000-105.000 ton. Sebutan tidak resminya Super-carriers.
Dengan kemampuanya, CVN-21 mampu meningkatkan jumlah sorti rata-rara 20% dan hanya butuh sedikit pelaut. Selain itu, CVN-21 menggunakan energi nuklir baru dan pembangkit listrik terbarukan yang bisa menyediakan 2-3 kali kemampuan listrik dibanding kapal sebelumnya. Sistem pelontar akan menggunakan Electromagnetic Aircraft Launching System (EMALS), menggantikan ketapel uap. Lalu ada advanced arresting gear dan integrated combat electronics. Kelebihan lain CVN-21 termasuk peningkatan dek terbang, sistem persenjataan lebih andal, penyederhanaan pelayanan pesawat dan island (anjungan) yang lebih fleksibel.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda